Articles by "SEO"
Showing posts with label SEO. Show all posts
Apa yang akan terjadi jika website atau blog Anda tidak muncul di hasil pencarian Google? Tentu Anda akan kehilangan trafik dalam jumlah besar, mengingat Google adalah mesin pencari paling populer di dunia, termasuk Indonesia. Di Indonesia sendiri, penguasaan pangsa pasar mesin pencari oleh Google sangat besar, yaitu 97,09 persen. Yahoo dan Bing hanya mendapatkan pangsa pasar sebesar masing-masing 1,66 persen dan 0,77 persen di Indonesia.


Jika Anda sudah submit URL ke Google, website atau blog Anda memang akan masuk ke indeks Google. Jadi Google bisa melakukan crawling ke website atau blog Anda dan menampilkannya di hasil pencarian.

Sayangnya, ada situasi di mana Google bisa melakukan deindex pada website Anda yang menyebabkan website Anda tidak bisa muncul di hasil pencarian Google. Artikel ini akan membahas pengertian deindex Google, penyebabnya, dan cara mengatasinya.

Apa Itu Deindex Google?

Deindex Google adalah situasi di mana website Anda sudah tidak masuk dalam indeks Google sehingga website Anda tidak akan muncul di hasil pencarian Google sama sekali. Meskipun Anda melakukan pencarian berkali-kali dengan berbagai macam kata kunci, website yang sudah terkena deindex Google tidak akan muncul di hasil pencarian.

Google melakukan deindex untuk memberikan pengalaman terbaik kepada para penggunanya sehingga mereka tidak akan membuka website yang bermasalah. Deindex Google dapat disebabkan oleh berbagai hal. Biasanya website atau blog melakukan pelanggaran terhadap guideline yang ditetapkan Google, dari rendahnya kualitas konten website sampai indikasi kode berbahaya di website.

Cara Cek Domain Deindex atau Tidak

Sebelum mengetahui penyebab domain mengalami deindex, lakukan pengecekan dengan cara mengetikkan query “site:namadomainanda.com” di pencarian Google. Anda juga dapat cek apakah artikel Anda mengalami deindex dengan query “site:namadomainanda.com/url-artikel” atau “site:namadomainanda.com judul artikel“.


Apabila muncul list beberapa artikel/ judul artikel yang dicari dari website Anda, dipastikan domain/artikel pada website Anda tidak mengalami deindex. Apabila setelah melakukan cek ternyata domain Anda tidak tampil, maka berikut beberapa penyebab domain Anda mengalami deindex.

Penyebab Deindex Google dan Cara Mengatasinya

Google telah menetapkan guideline untuk menentukan kualitas website seperti apa yang layak masuk di indeks Google. Google sangat ketat dalam penetapan guideline ini karena berkaitan dengan kualitas pengalaman penggunanya. Jika hasil pencarian menampilkan hasil pencarian website bermasalah, pengguna Google tentu akan kehilangan kepercayaan terhadap Google.

Berikut 10+ penyebab deindex Google yang harus Anda hindari. Jika Anda pernah terlanjur melakukan salah satu di antaranya, di bawah ini juga dijelaskan bagaimana cara mengatasinya atau pencegahannya:

1. Duplikat Konten

Terdapat dua jenis duplikat konten, yaitu duplikat konten dari website lain dan duplikat dari website sendiri. Duplikat konten jenis pertama adalah ketika seseorang menyalin keseluruhan konten dari sebuah website lalu menerbitkannya di websitenya sendiri. Istilah sederhananya adalah copy-paste atau copas. Google bisa mendeteksi jika sebuah konten adalah hasil salinan atau duplikat dari website lain.

Kedua, duplikat konten juga dapat terjadi ketika Anda membuat beberapa halaman di website dengan konten yang sama persis. Terkadang hal ini terjadi ketika Anda ingin mengupdate konten menggunakan URL baru. Tentu Anda tidak bisa menggunakan dua URL berbeda untuk satu konten yang sama.

Cara Mengatasi:

Solusi dari duplikat konten jenis kedua adalah dengan melakukan redirect 301. Redirect 301 akan mengarahkan URL lama ke URL baru dan memberikan sinyal kepada bot untuk melakukan crawling ke URL baru.

Anda bisa dengan mudah melakukan redirect 301 dengan menggunakan bantuan plugin. Beberapa plugin yang dapat Anda gunakan adalah Yoast SEO Premium atau Redirection.

Untuk duplikat konten dari website lain adalah praktik yang harus dihindari sejak awal pembuatan website atau blog. Selain memberikan sinyal buruk kepada Google, Anda juga membangun reputasi buruk jika mencuri konten orang lain.

2. Konten Terlalu Sedikit

Konten yang terlalu sedikit bisa menyebabkan deindex pada website atau blog Anda. Mengapa? Karena Google ingin memberikan jawaban paling lengkap dan solutif kepada para penggunanya. Google menganggap konten yang terlalu sedikit sebagai konten dengan kualitas rendah. Menurut Backlink.io, konten yang ideal setidaknya terdiri dari sekitar 1890 kata.

Cara Mengatasi:

Jika Anda memiliki beberapa konten yang terlalu pendek, sebaiknya tambahkan lagi isi konten Anda selengkap mungkin. Anda bisa memperkaya isi konten Anda dengan menggunakan foto, ilustrasi, infografik, atau bahkan video. Anda bisa mengikuti langkah-langkah cara menulis artikel SEO friendly di artikel ini.

3. Keyword Stuffing

Keyword stuffing adalah praktik SEO lawas yang sudah tidak layak diterapkan lagi. Sepuluh tahun yang lalu teknik SEO ini mungkin masih efektif. Anda hanya perlu menulis artikel 300 kata dan menjejalinya dengan focus keyword secara tidak wajar dan bisa mendapatkan ranking tinggi di hasil pencarian.

Kini Google lebih pintar dalam menilai sebuah konten, salah satunya adalah mengecek apakah sebuah konten dijejali keyword secara wajar atau tidak. Konten yang dijejali keyword dengan tidak wajar akan mendapatkan nilai tidak baik di Google, bahkan kemungkinan terburuknya adalah terkena deindex.

Cara Mengatasi:

Orang-orang menggunakan berbagai macam variasi kata kunci untuk mencari topik tertentu. Anda perlu mengetahui variasi kata kunci tersebut agar artikel Anda menjadi lebih manusiawi. Anda dapat menemukan berbagai macam variasi kata kunci menggunakan LSI Keyword. LSI adalah kependekan dari Latent Semantic Indexing (Indeksasi Semantik Laten).

LSI Keyword adalah kumpulan kata kunci yang ditemukan di satu topik tertentu dan saling berhubungan secara semantik. Untuk menemukan variasi kata kunci tersebut, Anda bisa menggunakan layanan seperti LSIGraph atau LSIKeywords.

4. Link Tidak Natural

Link building adalah salah satu strategi terpenting dalam SEO. Namun, bukan berarti Anda bisa mengakuisisi backlink sembarangan. Anda perlu mempertimbangkan kualitas website, reputasi, dan indikator lainnya dalam memilih website untuk dijadikan sumber backlink.

Mengakuisisi website sebagai sumber backlink yang salah bisa berakibat fatal. Alih-alih mendapatkan backlink untuk meningkatkan kualitas SEO, website Anda bisa terkena deindex dari Google.


Website seperti apa yang sebaiknya Anda hindari untuk dijadikan sumber backlink? Beberapa jenis website yang perlu Anda hindari adalah private blog network (PBN), situs link farming, dan direktori link.

Cara Mengatasi:

Anda bisa mengecek website-website yang sudah memberikan backlink ke website Anda menggunakan Google Search Console. Jika Anda menemukan indikasi website yang menunjukkan kualitas buruk, sebaiknya segera lakukan disavow sebelum menyebabkan deindex Google pada website Anda.

5. Cloaking

Secara sederhana, cloaking adalah mengarahkan pengguna Google ke konten atau URL yang berbeda dari yang ditampilkan di hasil pencarian. Misalnya, Anda punya blog kuliner, tetapi ketika orang mengklik blog Anda dari hasil pencarian mereka diarahkan ke situs pornografi.

Cloaking biasanya disebabkan oleh serangan hacker. Hacker menggunakan cloaking pada website bertrafik tinggi untuk mengarahkan pengunjung ke situs yang mereka inginkan, biasanya situs spam.

Cara Mengatasi:

Lakukan scanning pada seluruh halaman website menggunakan Google Search Console. Dengan Google Search Console, Anda bisa menemukan halaman bermasalah kemudian membetulkannya.

Sebagai langkah antisipasi, Anda bisa memasang plugin keamanan WordPress seperti WordFence, Shield, dan SecuPress. Selain itu, terapkan berbagai langkah pengamanan WordPress dengan mengikuti panduannya di artikel cara mengamankan WordPress.

6. Struktur Markup yang Misleading

Selain menampilkan judul konten dan meta deskripsi, Google juga memungkinkan Anda untuk menambahkan struktur markup yang berisi harga, review, atau rating seperti di bawah ini:

Struktur markup dan konten yang berkaitan harus sama isinya. Jika struktur markup mengarahkan ke halaman website yang jauh berbeda, Google akan menganggap struktur markup Anda misleading. Kemungkinan terburuknya adalah website Anda terkena deindex Google.

Cara Mengatasi:

Google telah memberikan panduan bagaimana membuat struktur markup yang baik dan benar. Berikut adalah panduan membuat struktur markup dari Google

7. Domain Kedaluwarsa

Apabila domain Anda sudah kedaluwarsa dan Anda tidak melakukan pembaruan, secara otomatis domain Anda akan terhapus dari indeks Google.

Cara Mengatasi:

Sebaiknya buat pengingat di kalender untuk memperbarui domain agar Anda tidak lupa. Biasanya penyedia domain juga akan memberikan peringatan kepada Anda untuk melakukan pembaruan domain. Di Niagahoster, Anda akan diingatkan untuk memperbarui domain beberapa minggu sebelum domain kedaluwarsa.

8. Server Down  

Server yang down dalam waktu lama juga bisa menyebabkan website Anda terkena deindex dari Google. Hal ini terjadi jika ketika server down kemudian aktif kembali, tetapi tidak bisa melakukan restore terhadap semua data website Anda. Jadi website Anda akan mengalami delisted atau bahkan deindex.

Cara Mengatasi:

Anda bisa menginstall website uptime monitoring agar mendapatkan pemberitahuan setiap kali server hosting Anda mengalami down. Beberapa tool website uptime monitoring yang dapat Anda gunakan adalah Uptime Robot, Pingdom, dan Uptime.

Sebaiknya Anda juga menggunakan layanan hosting terbaik untuk mencegah terjadinya server down. Niagahoster adalah penyedia hosting dengan tingkat uptime terbaik, yaitu 99,98 persen per tahun.

9. Algoritma Google Berubah

Perubahan algoritma Google juga bisa menyebabkan website Anda terkena deindex. Anda bisa terkena deindex jika melanggar algoritma terbaru dari Google. Misalnya, stuffing keyword masih berlaku 10 tahun lalu, tetapi kini praktik semacam itu sudah tidak lagi berlaku, bahkan bertentangan dengan algoritma terbaru.

Cara Mengatasi:

Jika Anda menemukan konten di website Anda yang masih belum mengikuti algoritma terbaru Google, segera ubah konten sesuai dengan update algoritma Google terbaru.

Anda harus selalu update soal algoritma terbaru Google. Agar tidak ketinggalan update terbaru mengenai SEO dan perkembangannya, Anda bisa subscribe blog-blog yang membahas SEO seperti Search Engine Journal, Blog Alexa, dan Blog Niagahoster.

10. Salah Konfigurasi

Di salah satu pengaturan Google, terdapat konfigurasi yang memungkinkan Anda untuk menyembunyikan website dari crawling mesin pencari. Pengaturan ini biasanya digunakan para developer untuk membuat website percobaan tanpa diganggu adanya trafik dari hasil pencarian.

Ketika menemukan bahwa website Anda masih deindex, Anda mungkin bisa mengecek konfigurasi ini terlebih dahulu. Mungkin Anda atau administrator lain lupa menonaktifkan konfigurasi ini.

Cara Mengatasi:

Untuk mengatasi masalah ini cukup mudah. Buka dashboard WordPress kemudian pilih menu Setting > Reading. Di menu paling bawah Anda akan menemukan pengaturan seperti ini:

Pastikan untuk tidak memberikan ceklis di bagian Search Engine Visibility.

11. Website Mengandung Malware

Penyebab website terkena deindex yang terakhir adalah kemungkinan adanya distribusi malware dalam website. Jika ada hacker yang meretas website Anda, mereka bisa menanamkan skrip yang menyebarkan software berbahaya kepada pengunjung website.

Tentu Google tidak akan membiarkan penggunanya diarahkan ke website yang membahayakan mereka. Pengunjung website akan mendapatkan peringatan seperti di bawah ini ketika mengunjungi website terindikasi malware:

Cara Mengatasi:
Ketika menemukan website Anda mengalami hal ini, identifikasi terlebih dahulu apa yang menjadi penyebabnya. Terdapat berbagai macam serangan hack dan penanganan setiap serangannya berbeda.
Halaman website akan muncul pada hasil pencarian ketika dihubungkan dengan mesin pencari seperti Google Search dan Bing. Saat Anda menghubungkan dengan website, mereka (Google Search dan Bing) akan mengindeks seluruh halaman website Anda yang dapat diakses secara publik.

Maka dari itu, seluruh halaman website yang dapat diakses oleh pencari akan muncul di hasil pencari, termasuk halaman pribadi yang dapat diakses secara publik. Mesin pencari tidak dapat membedakan halaman yang berisi konten artikel atau bukan, selama itu sesuai dengan kata kunci (keyword) yang dicari oleh pengguna, maka halaman tersebut akan ditampilkan di hasil pencarian.

Anda tidak perlu khawatir, ada cara yang bisa Anda lakukan untuk memisahkan konten yang boleh diindeks dan yang tidak. Pengaturan ini tidak berjalan secara otomatis, tapi Anda harus melakukannya secara manual. Hal ini perlu Anda lakukan karena alasan Privasi atau agar URL tidak dapat diakses oleh pengunjung yang tidak diinginkan. Artikel ini akan membahas cara menghapus indeks Google Search atau membuat halaman website tidak dapat didaftarkan di mesin pencari.

Menghapus URL dari Google Search

Mesin pencari seperti Google mengizinkan para pemilik website untuk tidak mengindeks atau memasukkan URL tertentu di hasil pencariannya.

Beberapa cara di bawah ini dapat Anda gunakan untuk menyembunyikan atau menghapus halaman tertentu pada website.

1. Menggunakan Google Search Console Remove URLs

Memblokir URL di website Anda dapat membuat Google berhenti melakukan indeksasi halaman website dan tidak memunculkannya di hasil pencarian. Alias, ketika seseorang melakukan pencarian menggunakan Google Search, mereka tidak akan menemukan konten atau URL ke konten yang dimaksud.

Jika Anda mempunyai halaman website atau konten lain yang tidak Anda inginkan muncul di hasil pencarian Google Search, Anda dapat melakukannya melalui Google Search Console.

Akses Google Search Console Anda (atau yang disebut dengan Google Web Master Tools), pilih properti Anda » Google Index » Removal URLs, atau cukup klik di sini dan kemudian pilih properti.

Saat Anda masuk di halaman Removal URLs, klik tombol “Temporary Hide” kemudian masukkan URL yang Anda kehendaki supaya tidak muncul di hasil pencarian Google Search.


Anda akan diberikan tiga pilihan tipe yang diinginkan:

Membersihkan cache URL dan menghilangkannya sementara di hasil pencarian.
Hanya membersihkan URL dari cache.
Memberseihkan cache dan sementara semua URL dengan awalan URL yang Anda masukkan.
menghapus url dari google search
Setelah Anda selesai, klik “Submit Request”. Hasilnya akan menjadi seperti di bawah ini: Anda perlu menunggu beberapa hari supaya Google Search menerapkan permintaan pemblokiran URL yang Anda ajukan.

2. Menggunakan Google Remove Outdated Content

Selain menggunakan Removal URLs, Anda juga dapat menggunakan Google Remove Outdated Content di Google Search Console. Anda hanya tinggal mengunjungi Remove Ourdated Content dan kemudian memasukkan URL ya

Namun, cara ini hanya dapat digunakan pada halaman atau gambar yang sudah diubah atau dihapus dari halaman website. Anda juga dapat menggunakan cara ini untuk menghapus cache dan snipet yang sudah usang dari hasi pencarian.

Anda tinggal masukkan URL di dalam kolom, kemudian klik “Request Removal”. Selanjutnya Anda akan menjumpai form konfirmasi, klik “Request Removal”

3. Menghapus URL dari Google Search Menggunakan Yoast SEO

Meskipun tidak mempunyai akses ke Google Search Console, Anda masih dapat melakukan pemblokiran URL menggunakan plugin Yoast SEO. Cara ini juga cukup mudah dilakukan.

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menginstall Yoast SEO, kemudian aktifkan. Setelah plugin ini aktif, Anda buka halaman yang ingin diblokir dari hasil pencarian.

Pada bagian bawah kolom editor, terdapat pengaturan “Advance Setting” yang berisi beberapa opsi. Anda bisa mengatur supaya halaman ini tidak terindeks oleh Google Search dengan mengisi ”Allow search engines to show this Post in search results?” dan “Should search engines follow links on this Post?” dengan “No”.

Pengaturan ini akan memberitahukan kepada mesin pencari untuk tidak melakukan indeksasi ke halaman. Setelah Anda memilih pengaturan, jangan lupa untuk menyimpannya.

4. Menghapus URL dari Google Search Menggunakan Robots.txt File

Cara ini tidak disarankan bagi Anda yang tidak ingin mengambil resiko munculnya masalah SEO di website. Dikarenakan pengubahan yang dilakukan di file robots.txt dapat mempengaruhi kinerja SEO website.

File robots.txt dapat diartikan sebagai pemandu Google Search ketika melakukan indeksasi pada website Anda. File ini memberikan instruksi kepada mesin pencari mengenai bagaimana caranya melakukan proses indeksasi di website tersebut. Jadi sebenarnya file ini adalah kumpulan instruksi-instruksi yang diberikan ke Google Search.


Langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah masuk ke dalam direktori penyimpanan file website Anda. Gunakan akses FTP atau login ke dalam cPanel untuk dapat mengakses fitur File Manager. Di dalam folder root Anda akan menemukan file robots.txt.

Supaya Google Search tidak melakukan indeksasi pada halaman tertentu, edit file robots.txt Anda kemudian masukkan baris kode di bawah ini:

User-agent: *Disallow: /URL-halaman-website/
Ganti ‘URL-halaman-website’ dengan URL yang Anda inginkan untuk diblok dari hasil pencarian Google Search.

Meskipun cara ini mudah dilakukan, ada beberapa kekurangan yang mungkin saja menjadi pertimbagan untuk Anda. Pertama, file ini dapat diakses oleh pengguna publik. Kedua, beberapa bot mesin pencari mengabaikan robots.txt.

Penutup

Ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk memblokir halaman tertentu dari pencarian Google. Tinggal menggunakan cara yang menurut Anda paling mudah dan efektif untuk dilakukan. Akan tetapi, akan lebih mudah jika Anda langsung menggunakan Google Search Console, karena aplikasi inilah yang berhubungan langsung dengan Google Search.
Perangkat mobile telah menjadi sumber utama trafik internet di seluruh dunia. Pada 2018, secara global, 52,2 persen trafik website didominasi oleh perangkat mobile. Bahkan di Indonesia, 94 persen pengguna internet mengakses internet melalui perangkat mobile.


Kebiasaan pengguna internet di atas tentu menjadi perhatian Google. Supaya memberikan hasil pencarian yang lebih baik untuk para pengguna smartphone, Google menerapkan algoritma baru, yaitu Google Mobile First Index. Pada 2018, Google secara resmi merilis algoritma Google Mobile First Index.

Apa Itu Google Mobile First Index?

Google Mobile First Index adalah cara indeksasi Google yang mengutamakan versi mobile sebuah website untuk menentukan ranking. Jika sebelumnya Google menentukan ranking berdasarkan performa website di versi desktop, dengan Google Mobile First Index, kini Google menilai performa website melalui crawling website versi mobile. Artinya performa website yang buruk di versi mobile akan berpengaruh buruk terhadap penilaian SEO Anda.

Sayangnya, masih banyak pemilik website yang belum sadar akan pentingnya performa website di perangkat mobile. Pada 2017, baru 21 persen pemilik website bisnis online yang sudah mengoptimasi website menjadi mobile friendly.

Cek Performa Website Versi Mobile

Sebelum melakukan optimasi website versi mobile, Anda perlu mengecek performa website di perangkat mobile terlebih dahulu. Dengan begitu Anda bisa mengetahui apa saja yang perlu ditingkatkan.

Ada beberapa tool yang bisa Anda gunakan untuk mengecek performa website di perangkat mobile. Beberapa di antaranya adalah Mobile-Friendly Test, Test My Site, dan PageSpeed Insight.

Cara penggunaan ketiga tool di atas cukup mudah. Anda hanya perlu memasukkan alamat website yang ingin dicek performanya dan tool akan melakukan inspeksi dan penilaian. Anda bisa menggunakan salah satu di antaranya atau menggunakan ketiganya sekaligus. Jika Anda menginginkan penilaian yang lebih detail dan objektif, sebaiknya lakukan tes performa di ketiga tool. 

5 Cara Optimasi Website untuk Google Mobile First Index

Website Anda tidak akan tiba-tiba menjadi mobile friendly tanpa melakukan apa pun. Diperlukan berbagai langkah optimasi untuk membuat website mobile friendly. Berikut adalah lima cara membuat website Anda Mobile First Index :

1. Pilih Tema Responsif

Sebagian besar tema WordPress kini sudah dilabeli mobile friendly. Akan tetapi, jika tema yang Anda gunakan belum punya label mobile friendly, tidak perlu khawatir. Berikut adalah beberapa langkah yang perlu Anda lakukan.

Pertama, update tema WordPress ke versi terbaru. Biasanya developer melakukan update dengan menambahkan fitur-fitur baru seperti mobile friendly. Jika developer merilis fitur mobile friendly, Anda bisa tidak perlu mengganti tema.

Kedua, jika developer tema WordPress Anda tidak menyediakan fitur mobile friendly atau bahkan sudah tidak memberikan update lagi, tidak ada salahnya untuk ganti tema baru. Tersedia berbagai pilihan tema WordPress yang responsif dan mobile friendly. Anda bisa cek di artikel ini untuk melihat beberapa di antaranya.

2. Mobile First Design

Tema responsif dan mobile friendly saja tidak cukup. Anda juga perlu membuat desain website dengan prinsip mobile first design. Jika sebelumnya, kebanyakan orang mendahulukan desain versi desktop, sekarang sudah saatnya untuk menjadikan desain mobile sebagai prioritas atau mobile first design.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan ketika membuat mobile first design:

Jangan Gunakan Adobe Flash Player
Adobe Flash Player biasanya digunakan untuk menampilkan media visual seperti gambar atau video. Sayangnya, kebanyakan pengguna perangkat mobile tidak bisa mengakses Flash sehingga akan mengganggu user experience.

Kalaupun pengguna menginstall Adobe Flash Player, itu hanya akan memperlambat loading website Anda. Jika Anda ingin menambahkan media visual atau komponen unik lainnya, sebaiknya gunakan HTML5 atau Java.

Gunakan Popup Sewajarnya
Penggunaan popup selalu mengundang perdebatan. Kelompok pro popup berargumen, popup secara efektif meningkatkan conversion. Di sisi lain, kelompok kontra popup mengatakan bahwa popup mengganggu user experience.

Haruskah Anda tetap menggunakan popup? Sebenarnya popup tidak akan mengganggu user experience jika Anda menggunakannya secara wajar, bukan popup yang muncul setiap berapa detik sekali di satu halaman. Jadi selama Anda menggunakannya secara wajar, popup tidak akan mengganggu user experience.

Terapkan Finger Friendly Design
Ketika mendesain website untuk perangkat mobile, Anda perlu mempertimbangkan tool yang digunakan pengguna di perangkat mobile yakni jari. Desain website Anda harus finger friendly, mudah ditemukan di layar berukuran kecil dan mudah diklik oleh jari.

Hindari Penggunaan Slider
Mungkin slider dianggap bisa mempercantik visual sebuah website. Slider hanya mempercantik secara visual, tetapi tidak efisien untuk kecepatan website dan pengalaman pengguna. Faktanya hanya 1 persen pengunjung yang mengklik konten dari slider.

3. Jangan Blokir CSS, JavaScript, atau Gambar

Ketika desain versi mobile masih baru, memblokir elemen-elemen seperti CSS, JavaScript dan gambar bisa membantu meningkatkan kecepatan website di perangkat mobile. Elemen-elemen tersebut seringkali menyebabkan masalah di website versi mobile.

Dengan kemajuan teknologi, memblokir CSS, JavaScript, dan gambar untuk website versi mobile tidak lagi diperlukan. Kini teknologi smartphone sudah jauh lebih maju dan mampu menangani CSS, JavaScript, dan gambar dengan mudah. Jadi tidak perlu menyembunyikan ketiga elemen tersebut dari pengguna perangkat mobile.

4. Tingkatkan Kecepatan Website

Kecepatan website selalu menjadi isu utama, baik di perangkat desktop maupun mobile. Apa pun perangkat yang digunakan, pengunjung selalu menuntut kecepatan tinggi untuk loading website. Pengunjung website tidak sabar menunggu loading website yang lama. Berdasarkan survei Google, 53 persen pengguna internet Indonesia meninggalkan website yang loading lebih dari 3 detik.


Temuan di atas tentu bukan hal yang mengejutkan, mengingat pengguna internet punya ribuan atau bahkan ratusan ribu website yang membahas hal serupa. Mereka bebas memilih website yang akan dibuka dan website yang bisa memberikan konten lebih cepat tentu punya kesempatan memenangkan persaingan lebih tinggi.

Jadi luangkan waktu untuk memeriksa kecepatan loading website Anda dan lakukan berbagai langkah optimasi untuk meningkatkan kecepatan website. Unduh ebook 20+ Tips Membuat WordPress Super Cepat untuk mempelajari tips dan trik efektif untuk meningkatkan kecepatan website Anda.

5. Gunakan Plugin Mobile WordPress

Jika Anda menginginkan cara paling praktis dan tercepat untuk membuat website yang mobile friendly, plugin mobile WordPress bisa menjadi solusi Anda. WordPress menyediakan berbagai pilihan plugin mobile untuk membantu Anda membuat website yang mobile friendly. Beberapa di antaranya adalah:

– WPTouch
WPTouch adalah pilihan paling populer untuk membuat website mobile friendly. Plugin ini akan membantu Anda mengubah website Anda lebih mobile friendly tanpa merusak tema website WordPress di desktop. Selain itu, WPTouch juga memastikan website versi mobile Anda lolos dari Google Mobile Test sehingga bisa meningkatkan ranking SEO Anda.

Plugin WPTouch tersedia dalam versi gratis dan versi berbayar. Jika keperluan Anda hanya membuat website mobile friendly dengan fitur-fitur dasar, versi gratisnya sudah cukup. Versi premium WPTouch memungkinkan Anda untuk mengganti font, mengatur pilihan caching, dan support dari developer.

– AMP for WP
Plugin kedua yang cukup populer untuk membuat website mobile friendly adalah AMP for WP. Plugin ini menyediakan fitur untuk mengecek kecepatan tema WordPress yang Anda gunakan. Jika tema WordPress yang Anda gunakan belum cukup cepat, Anda bisa menggantinya dengan tema dari AMP for WP yang lebih cepat dan responsif.

– Jetpack by WordPress
Plugin mobile WordPress ketiga ini mungkin sudah cukup familiar bagi kebanyakan orang, yaitu Jetpack. Jetpack dikenal sebagai plugin All-In-One yang menyediakan fitur keamanan hingga media sosial untuk WordPress. Mungkin banyak orang yang belum tahu ini: Jetpack juga menyediakan tema mobile friendly untuk website WordPress Anda.

Anda bisa dengan mudah mengatur tampilan mobile website Anda melalui menu pengaturan di Jetpack. Jetpack memungkinkan Anda untuk mengatur tampilan mobile website dari menu hingga ukuran gambar. Kabar baiknya, Jetpack tersedia gratis untuk semua pengguna WordPress.
Mengelola blog memang gampang gampang susah. Pekerjaan Anda tidak terbatas pada membuat konten saja, tetapi juga mempromosikannya. Anda tidak bisa hanya menerbitkan konten dan menunggu pembaca akan datang dengan sendirinya.

Sebagai pemilik blog, Anda harus melakukan berbagai promosi blog agar banyak yang mengunjungi blog Anda dan membagikan konten di blog Anda. Artikel ini akan memandu Anda mempromosikan blog di berbagai platform online.

Cara Mempromosikan Blog untuk Meningkatkan Pengunjung  

Mempromosikan blog dapat dilakukan di berbagai platform online, dari media sosial, forum online, hingga grup komunitas di Facebook. Berikut adalah 10 cara mempromosikan blog agar banyak pengunjung:

1. Pastikan Konten Anda Berkualitas

Sebelum membagikan konten di berbagai platform online, Anda perlu memastikan kualitas konten terlebih dahulu. Kualitas yang dimaksud di sini adalah kualitas baik secara teknis maupun isi konten.

Pertama, konten harus baik kualitasnya secara teknis. Kualitas teknis konten ini meliputi penulisan judul, pembagian paragraf, penggunaan subheading, ketepatan kunci, penempatan tautan, sampai optimasi gambar.

Meskipun terlihat rumit, Anda harus memastikan kualitas teknis konten Anda untuk menjaga konsistensi semua konten di blog. Selain itu, konten yang terstruktur secara rapi akan lebih mudah dibaca dan dipahami. Pembaca akan mudah menemukan poin-poin penting dalam konten yang terstruktur rapi.

Kedua, konten juga harus bagus kualitasnya secara isi. Kualitas isi konten ini meliputi alur cerita, gaya bahasa, kelengkapan konten, sampai solutif atau tidaknya konten. Kualitas isi konten Anda dinilai bagus jika bisa menjawab pertanyaan pembaca.

Walaupun Anda sudah membuat konten yang terstruktur rapi, konten tersebut tidak akan berarti jika tidak bisa menjawab pertanyaan pengunjung. Ketika orang mengetikkan sebuah kata kunci di mesin pencari Google, yang ingin mereka dapatkan adalah jawaban yang jelas untuk memecahkan masalah mereka.



Jadi sebelum mempromosikan blog, pastikan terlebih dahulu kualitas konten Anda. Apakah konten tersebut sudah terstruktur rapi? Apakah konten tersebut mampu menjawab pertanyaan pembaca? Jika belum memenuhi dua kriteria di atas, cara promosi blog apa pun yang dilakukan tidak akan menghasilkan efek berarti. Jika sudah memenuhi dua kriteria tersebut, Anda bisa melanjutkan ke langkah berikutnya.

2. Promosikan Blog di Forum Online

Forum online merupakan salah satu platform yang perlu Anda gunakan untuk mempromosikan blog. Platform forum online biasanya menyediakan forum terpisah untuk topik tertentu sehingga Anda bisa mempromosikan blog ke calon pembaca yang spesifik.

cara mempromosikan blog
Berbicara soal forum online tentu tidak bisa lepas dari Kaskus, forum online tertua dan terbesar di Indonesia. Di Kaskus, Anda bisa menemukan forum online dengan topik bermacam-macam, dari teknologi, otomotif, olahraga, kecantikan, wisata, hingga kuliner.

3. Aktif di Grup Facebook

Berbagi konten di linimasa saja belum cukup. Anda juga perlu mendekati calon pembaca di lingkup yang lebih kecil lagi, yaitu grup Facebook. Cara mempromosikan blog di Facebook cukup mudah. Hampir sama dengan forum online, grup Facebook memungkinkan Anda untuk menjangkau calon pembaca sesuai dengan minatnya.

Ketik kata kunci yang berkaitan dengan topik blog Anda di kolom pencarian Facebook dan pilih filter Group. Facebook akan menampilkan hasil pencarian grup yang berkaitan dengan kata kunci yang Anda ketik. Misalnya, saya mencari grup dengan kata kunci “travel” dan berikut hasilnya:

Ketika bergabung di salah satu grup Facebook, Anda harus mengikuti peraturan yang ditetapkan admin. Ada admin yang tidak memperbolehkan anggotanya untuk berjualan di grup atau anggota harus posting dengan format tertentu. Sebaiknya ikuti peraturan admin agar Anda tidak ditendang keluar dari grup Facebook.

4. Bagikan Konten di Instagram Stories

Pengguna Instagram Indonesia adalah yang terbanyak keempat di dunia. Per November 2018, jumlah pengguna Instagram Indonesia mencapai 60 juta pengguna yang kebanyakan berasal dari kalangan usia 18 sampai 34 tahun.

Fakta di atas tentu membuat Anda tidak bisa mengabaikan media sosial satu ini. Instagram menjadi ladang promosi bagi siapa saja, termasuk Anda, pemilik blog. Salah satu fitur menarik dari Instagram adalah Instagram Stories.

Kini algoritma feed Instagram sudah berubah mengikuti apa yang sering dilihat dan disukai pengguna. Akibatnya seringkali postingan Instagram Anda terlewatkan oleh follower Anda. Anda bisa mengatasi masalah ini menggunakan Instagram Stories.

Untuk melihat Instagram Stories, pengguna akan mengklik satu Instagram Stories dan secara otomatis akan berpindah dari stories satu ke stories lainnya. Dengan begitu, meskipun pengguna tidak mengklik stories Anda, stories Anda tetap memiliki kemungkinan untuk dilihat oleh pengguna.

Jika akun Instagram Anda memiliki lebih dari 10 ribu follower, Anda bisa meletakkan tautan di Instagram Stories dan pengguna bisa langsung swipe up untuk membuka tautan tersebut. Apabila follower Anda belum mencapai 10 ribu, Anda bisa meletakkan tautan di bio Instagram Anda.

5. Tinggalkan Komentar di Blog Orang Lain

Meskipun terlihat sepele, meninggalkan komentar di blog orang lain bisa menjadi cara promosi blog yang efektif untuk Anda. Dengan meninggalkan komentar di blog orang lain, Anda bisa mendatangkan trafik dengan dua cara.

Pertama, Anda bisa menjalin hubungan baik dengan pemilik blog tersebut. Jika pemilik blog menganggap konten Anda layak untuk dibaca banyak orang, ia tidak akan ragu untuk mempromosikan blog Anda di blog dan media sosialnya.

Kedua, ketika meninggalkan komentar di blog orang lain, Anda juga bisa berdiskusi dengan orang lain di kolom komentar. Dengan begitu Anda tidak hanya menjalin hubungan baik dengan pemilik blog tersebut, tetapi juga blogger-blogger lain.

Supaya Anda bisa merasakan efeknya, tentu Anda perlu meninggalkan komentar di blog-blog yang sudah terkenal dan trafiknya tinggi. Dengan begitu komentar Anda akan dibaca lebih banyak orang.

6. Promosikan Blog di SlideShare

SlideShare adalah platform berbagi slide presentasi secara online. Platform ini sudah berdiri sejak 2006 dan diakuisisi oleh LinkedIn pada 2012. Platform ini memang kalah populer jika dibandingkan dengan Facebook atau Instagram.

Walaupun begitu, SlideShare merupakan salah satu platform yang bisa secara efektif mendatangkan trafik untuk blog Anda. Seorang blogger bernama Ana Hoffman pernah melakukan percobaan dengan menerbitkan sembilan slide presentasi di SlideShare yang berisi konten blognya.

Dari sembilan slide presentasi tersebut ia berhasil mendapatkan 243 ribu view di SlideShare dan 1.400 klik ke blognya dalam waktu kurang dari 30 hari. Ana Hoffman juga mengungkapkan, SlideShare menjadi sumber trafik terbesar kedua untuk blognya.

Anda tidak perlu membuat konten baru untuk SlideShare. Anda cukup mengubah format konten-konten di blog Anda menjadi slide presentasi dan menerbitkannya di SlideShare. Cukup mudah, bukan?

7. Pin Konten Blog di Pinterest

Cara promosi blog lainnya yang sering diabaikan blogger adalah Pinterest. Pinterest adalah platform online dengan jumlah pengguna 250 juta yang memungkinkan penggunanya untuk mencari dan menyimpan ide dari berbagai macam topik secara online.

Jumlah pengguna Pinterest memang tidak sebanyak Instagram atau Facebook yang sudah mencapai 1 milyar pengguna. Namun, platform ini tetap layak untuk Anda gunakan sebagai sarana promosi blog.

Pinterest membantu pembaca Anda untuk menyimpan artikel Anda untuk dibaca di lain waktu. Platform ini juga menyediakan board khusus untuk artikel-artikel yang disimpan pengguna, yaitu Pin Now, Read Later. Bahkan media online besar NY Times pun memanfaatkan Pinterest seperti gambar di atas.



Seorang blogger, Mandy Wallace, telah membuktikan efektivitas Pinterest untuk meningkatkan trafik blognya. Mandy berhasil mendatangkan trafik sebanyak 1.000 pengunjung per hari menggunakan Pinterest.

8. Kontak Calon Pembaca Secara Personal

Selain membagikan konten di media sosial, Anda juga perlu mengontak langsung pengunjung blog Anda. Mungkin sebagian dari Anda bertanya-tanya, “Apakah bisa saya mengontak langsung pengunjung blog yang tidak mengenal saya secara personal untuk membaca konten saya?”


Kabar baiknya, Anda bisa mengontak pengunjung blog secara personal melalui email atau biasa disebut juga sebagai email marketing. Menghubungi pengunjung blog melalui email bahkan bisa lebih efektif dibandingkan dengan share di media sosial. Menurut McKinsey, email marketing 40 kali lebih efektif dibanding Facebook dan Twitter.

Pertanyaannya adalah bagaimana Anda bisa meyakinkan pengunjung blog untuk membagikan alamat email mereka kepada Anda? Pertama, tambahkan tombol subscribe di blog Anda. Kedua, tawarkan konten eksklusif seperti infografik atau ebook gratis agar orang-orang tertarik untuk subscribe. Ketiga, kirimkan email newsletter untuk mengingatkan subscriber untuk membaca konten terbaru blog Anda.

Penjelasan lebih lengkap mengenai cara membuat email marketing efektif dan cara mengembangkan list building dapat Anda baca di artikel Panduan Lengkap Email Marketing.

9. Gunakan Paid Ads

Mungkin sebagian besar orang berpikir, “Buat apa menghabiskan uang untuk paid ads? Cara promosi blog di media sosial saja sudah cukup.”


Buang mindset seperti di atas jauh-jauh sekarang juga. Mengapa? Pertama, cara promosi blog menggunakan paid ads jauh lebih murah dari yang Anda kira. Anda bisa mengatur budget iklan sesuai anggaran yang Anda miliki. Jadi tidak perlu khawatir tentang biaya iklan yang mahal.

Kedua, paid ads memungkinkan Anda untuk menargetkan audiens secara spesifik. Jadi penyedia jasa iklan seperti Google, Facebook, dan Instagram akan menampilkan iklan Anda kepada audiens sesuai karakteristik yang Anda tentukan.

Ketiga, menggunakan paid ads itu susah adalah mitos belaka. Pengoperasian paid ads mungkin terlihat sulit saat ini karena Anda belum pernah mencobanya. Dengan sedikit belajar menggunakan panduan yang tepat, Anda bisa menguasai paid ads dalam waktu singkat.

Terdapat berbagai pilihan paid ads yang bisa Anda gunakan untuk promosi blog seperti Google Ads, Facebook Ads, dan Instagram Ads. Anda bisa membaca masing-masing panduannya di artikel berikut: Cara Membuat Google Ads, Cara Membuat Facebook Ads, dan Cara Membuat Instagram Ads.

10. Kerja Sama dengan Blogger Lain

Sama seperti profesi pada umumnya, Anda perlu menjalin hubungan yang baik dengan sesama blogger. Dengan begitu Anda bisa bekerja sama untuk berbagi konten atau guest post di blog masing-masing melalui tautan atau share di media sosial.

Anda bisa bergabung dengan salah satu atau beberapa komunitas blogger di Indonesia. Terdapat berbagai macam komunitas blogger yang bisa Anda ikuti. Berikut adalah beberapa komunitas blogger terkenal di Indonesia Travel Blogger Indonesia, Blogger Perempuan, Blogger Jakarta, Blogger Jogja, Emak Blogger, Ganjel Rel, dan Tugu Pahlawan.

11. Republish Konten di Medium  

Selain menjalin kerja sama dengan blogger dan media online melalui guest post, Anda juga bisa memanfaatkan platform medium untuk mendapatkan backlink berkualitas. Medium adalah platform community journalism dengan 60 juta pembaca setiap bulannya.

Medium memungkinkan Anda untuk menerbitkan kembali (republish) konten blog Anda di platformnya dan memberikan canonical link. Canonical link berfungsi untuk memberi tahu mesin pencari bahwa dua konten yang identik sebagai satu URL yang sama sehingga tidak akan merusak reputasi SEO blog Anda.

Selain fitur import, Anda juga bisa menerbitkan konten baru yang masih berkaitan dengan website Anda di Medium dan meletakkan link ke salah satu konten di blog Anda. Meskipun hanya menyumbang link no-follow, cara kedua tetap layak Anda coba untuk mempromosikan blog atau website Anda.
Mempunyai website dengan banyak pengunjung tentu menjadi tujuan para blogger, apalagi jika berhubungan dengan AdSense. Sayangnya untuk mendapatkan pengunjung yang banyak tidak mudah. Sering kali setelah membuat banyak konten ternyata pengunjung website tidak kunjung naik juga. Hal ini mungkin saja karena salah menentukan topik atau keyword (kata kunci).

Pada artikel ini, saya akan membahas bagaimana cara menggunakan Google Trends dan apa saja informasi yang bisa Anda dapatkan melalui Google Trends.

Apa itu Google Trends?

Google sebenarnya sudah menyediakan layanan yang bisa Anda manfaatkan untuk melakukan riset kata kunci yang sering dipakai dan topik hangat yang sedang diperbincangkan. Layanan ini dikhususnya bagi para marketer yang ingin mencari data pencarian Google untuk membuat konten yang menarik. Program ini diberi nama, Google Trends.

Google Trends pertama kali dirilis pada tahun 2006 dan sampai dengan saat ini masih terus dikembangkan. Google Trends termasuk layanan Google yang cukup lengkap karena mempunyai banyak fungsi dan fitur yang menarik; menampilkan topik yang sedang banyak dibahas, mencari keyword yang sering dipakai, membandingkan performa antar keyword, tampilan yang sederhana dan mudah dimengerti. Selain itu, Google Trends dapat Anda gunakan secara gratis. Layanan ini dapat memberikan informasi tentang apa saja yang orang cari di mesin pencari Google Search.

Cara Menggunakan Google Trends

Mencari informasi kata kunci dan ide konten menggunakan Google Trends cukup mudah. Namun supaya tidak menjadi rumit, sebelum Anda menggunakan Google Trends, akan lebih baik jika Anda menentukan lebih dulu topik apa yang ingin diambil dan dianalisis.

Menentukan topik lebih awal dapat memfokuskan Anda mencari informasi sesuai dengan topik yang ingin Anda cari.

Setelah menentukkan topik, Anda dapat menggunakan beberapa rekomendasi di bawah untuk menentukkan keyword terbaik untuk mempromosikan website.

1. Cara Membuka Google Trends Menggunakan akun Google

Jika Anda sudah mempunyai akun Google, Anda tinggal membuka halaman Google Trends.
Di bagian awal ini, Anda akan melihat tampilan contoh peta hasil pencarian berdasarkan kata kunci tertentu. Di bagian bawahnya, Anda akan melihat kata kunci yang mengalami peningkatan.

Di halaman yang sama, Anda juga dapat melihat tombol untuk menyaring topik berdasarkan negara, waktu, kategori, dan jenis penelusuran; web search, news search, Google shopping, Youtube search.

Anda bisa mendapatkan informasi mengenai keyword yang paling populer dicari setiap harinya.

Halaman Daily Search Trends dapat Anda akses melalui “icon Sidenav (☰) » Trending Searches” di bagian pojok kiri atas Google Trends.

2. Cara Mencari Keywords di Google Trends

Anda sudah mengetahui beberapa fungsi dasar Google Trends. Untuk mencari keyword apa saja yang berhubungan dengan topik yang Anda cari, Anda bisa menuliskannya ke dalam kolom ‘Enter a Search Term or a Topic’ atau ‘Add a Search Term’.

cara menggunakan google trends
Misalnya, ketika saya mengetikkan keyword “Cloud”, Google Trends akan memunculkan informasi yang cukup lengkap mengenai intensitas pengguna Google Search menggunakan kata “Cloud”.


Pada tabel pertama akan terlihat grafik tren pengguna mencari menggunakan kata “Cloud” selama satu tahun terakhir. Grafik menggunakan data berdasarkan negara sesuai dengan lokasi Anda saat itu. Namun Anda dapat menyesuaikan lingkup pengambilan data sesuai dengan yang Anda perlukan.

Angka yang ditunjukkan oleh Google search (0-100) bukanlah jumlah pengguna yang melakukan pencarian menggunakan keyword itu. Itu adalah angka perkiraan pengguna yang melakukan pencarian dengan menggunakan keyword “Cloud”.

Setelah grafik, di bagian bawahnya Anda dapat melihat pembagian ketertarikan pengguna mencari menggunakan keyword “Cloud” berdasarkan daerahnya. Google Trends dapat menyediakan tampilan yang sederhana dan mudah dipahami dengan menggunakan peta negara.

Warna biru menunjukkan hasil pencarian banyak dilakukan di daerah tersebut sedangkan warna biru muda menunjukkan daerah yang lebih sedikit. Bisa jadi daerah yang tidak berwarna ada yang melakukan pencarian, tetapi karena hanya sedikit maka tidak berikan warna oleh Google Trends.


Bagian paling bawah menurut saya adalah bagian yang paling banyak memberikan informasi untuk Anda mengembangkan topik. Di bagian ini Anda dapat menemukan topik dan query (saran kata kunci) yang terkait dengan “Cloud”.

Pada contoh di bawah ini, ketika berbicara tentang cloud, kemungkinan besar akan berhubungan dengan “web hosting”, “cara hosting”, “domain”, “domain hosting”, dan lain sebagainya. Melalui informasi ini, Anda dapat mengembangkannya menjadi ide-ide konten yang menarik.

cara menggunakan google trends
Hasil saran yang Anda dapatkan terkadang masih cukup luas. Jadi yang perlu Anda lakukan adalah dengan lebih menspesifikan keyword yang ingin Anda analisis –paling tidak menggunakan dua sampai dengan empat kata.

3. Cara Menggunakan Google Trends Untuk Membandingkan Keywords

Sangat mudah mendapatkan beberapa keyword potensial dari Google Trend, tapi apakah keyword tersebut lebih baik dari keyword potensial lainnya? Anda bisa membandingkannya langsung.

Di Google Trend ada fitur comparison untuk membandingkan keyword sampai dengan lima keyword. Fitur tersebut memberikan Anda perbandingan tingkat pencarian antar keyword dalam bentuk grafik, peta wilayah, dan kueri yang berhubungan.

cara menggunakan google trends
Anda juga dapat melakukan filter berdasarkan lokasi, waktu, kategori, dan tipe penelusuran.

Google Trend juga menyediakan opsi unduh, embed, dan Anda pun bisa membagikannya secara langsung.


4. Cara Menggunakan Opsi Pencarian Spesifik

Google Trend tidak hanya bisa digunakan untuk menganalisis tingkat pencarian di Google Search. Anda dapat menganalisis apa saja yang kebanyakan dicari di YouTube. Fitur ini dapat Anda akses pada halaman yang sama. Anda dapat melihatnya pada gambar di bawah ini.

Ketika Anda mengklik YouTube, secara otomatis Google Trends akan mengubah tampilan grafik menjadi data pencarian dari YouTube.


Meskipun menggunakan keyword yang sama, grafik pencarian di Google Search dan YouTube pasti berbeda, karena keduanya merupakan layanan yang berbeda dan orang-orang cenderung melakukan pencarian video di YouTube dibandingkan di Google Search.

Selain menggunakan YouTube Search, Anda bisa mencari penelurusan lainnya, seperti Image Search, News Search, dan Google Shopping. Di antara empat tipe penelusuran tersebut, YouTube Search adalah fitur yang cukup populer jika Anda ingin mentarget pengunjung dengan menggunakan video.

5. Memprediksi Tren

Google Trend memberikan informasi yang cukup lengkap. Informasi yang Anda dapatkan dari Google Trend dapat Anda manfaatkan untuk membuat konten semenarik mungkin sesuai dengan keyword yang sesuai. Tentu hal ini memunculkan rasa optimis akan dapat menempati posisi puncak hasil pencarian. Akan tetapi, tidak semudah itu.

Permasalahannya bukan terletak bagaimana cara Anda membuat konten, tetapi lebih terhadap bagaimana cara Anda memandang data yang didapatkan dari Google Trends.

Perlu diingat bahwa tidak hanya Anda yang menggunakan Google Trends sebagai aplikasi analisis, tetapi mereka –para kompetitor, blogger, pencari adsense, dan lain sebagainya– juga kemungkinan besar menggunakan Google Trends. Ini membuat data yang Anda dapatkan sama dengan data yang mereka dapatkan.

Namun, ada hal yang perlu Anda ketahui.

Tidak semua orang bisa membaca data dengan benar. Ketika semua pengguna menganalisis data yang sama, kemungkinan besar hasilnya akan berbeda-beda. Cara yang terbaik untuk menyikapi ini adalah dengan kebijaksanaan dalam mengelola data.

Ada tiga saran yang mungkin berguna untuk Anda:


  • Identifikasi tren sesuai negara atau kategori yang Anda targetkan.

Bandingkan frasa yang mengandung arti yang sama. Misalnya, keyword “domain murah indonesia” volumenya berbeda dengan “domain indonesia murah”.
Lihat grafiknya. Jika grafik semakin semakin naik, bisa jadi tren ke depan akan terus naik. Namun Anda perlu berhati-hati dan cermat mengenai hal ini. Bisa jadi tren naik hanya dalam waktu tertentu saja.

6. Menemukan Tambahan Insight di “Top Chart”

Top Chart berbeda dari tren yang sedang dilihat kebanyakan orang. Fitur ini dapat Anda sebut sebagai 100 konten yang sedang hangat dibicarakan di Google. Anda akan melihat topik yang sedang tren di berbagai kategori.

Contohnya, hewan yang paling populer sampai dengan saat ini adalah rusa. Selain itu Anda akan menemukan banyak hal menarik lainnya.

Di Top Chart Anda akan menemukan informasi bahwa anjing lebih dominan di dalam pembicaraan dibandingkan dengan kucing.

Namun perlu diketahui bahwa semua hal tersebut tergantung dari konteksnya.

7. Menggunakan Siklus Tren untuk Memposisikan Produk

Jika pada poin sebelumnya sudah dibahas sedikit bagaimana konteks ikut mempengaruhi banyaknya pencarian. Melalui konteks, Anda dapat melihat jika ada siklus yang mungkin terjadi.

Siklus yang dimaksud seperti kapan seseorang akan mencari keyword pada waktu tertentu saja. Misalnya kata kunci “menu buka puasa” yang biasanya mengalami peningkatan di bulan ramadhan dan penurunan di hari-hari biasa. Hal ini dapat Anda manfaatkan untuk menawarkan produk Anda yang berhubungan dengan menu buka puasa. Caranya dengan menulis konten-konten yang menyasar keyword “menu buka puasa”.
Kehilangan inspirasi ketika menulis blog adalah hal yang wajar. Tapi, jangan biarkan itu menjadi alasan untuk berhenti menulis. Artikel ini akan membantu Anda mencari inspirasi konten melalui beberapa cara. Selain itu, Anda juga akan mendapat bocoran topik-topik blog yang menarik dan membuat blog Anda kebanjiran pengunjung.

Cara Mudah Mencari Inspirasi Topik untuk Blog

Inspirasi bisa datang di tempat yang terduga. Anda bisa saja tiba-tiba mendapat ide di toilet atau di jalan menuju ke kantor. Hanya saja mencari inspirasi dengan cara begini sering kali tidak efektif. Setelah banyak merenung, belum tentu Anda mendapatkan ide dan dorongan untuk menulis.

Maka dari itu, coba pikirkan sebuah pertanyaan yang ingin Anda jawab dalam bentuk konten. Jadikan pertanyaan itu sebagai judul konten yang Anda ingin buat. Dengan begitu, konten akan menjadi lebih fokus dan terarah.

Setelah memiliki pola pikir yang tepat, saatnya Anda mencari inspirasi langsung dari sumbernya! Ada begitu banyak channel yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber inspirasi konten. Beberapa di antaranya adalah:

Quora dan Yahoo! Answers. Kedua channel ini memuat banyak pertanyaan dari berbagai bidang. Gunakan keduanya untuk mencari ide yang sifatnya umum.
Facebook dan LinkedIn grup. Kedua tempat tersebut cocok untuk mencari inspirasi topik-topik yang sifatnya lebih spesifik dan perlu keahlian. Gunakan akses informasi di grup untuk mendapatkan inspirasi konten yang berkualitas sesuai dengan bidang Anda.
Instagram, Twitter, dan portal berita lainnya. Pakai media sosial dan portal informasi lainnya sebagai inspirasi konten yang sedang tren dan ramai dibicarakan.
Blog Ideas Generator. Salah satu fitur dari Hubspot ini akan mengejutkan Anda dengan ide-ide konten yang tak terduga. Cara kerja cukup mudah. Anda hanya perlu memasukkan lima kata kunci dalam bahasa Inggris ke dalam kotak yang disediakan. Generator akan secara otomatis mengacak kata kunci dan menawarkan judul konten untuk Anda.
Baca juga: Apa Itu Content Marketing?

Kumpulan Topik Blog yang Menarik

Cara lain untuk mengundang banyak pengunjung adalah dengan menulis topik-topik yang menarik dan banyak dicari. 


Tenang saja, topik-topik yang dimaksud tak akan membatasi Anda dalam niche blog tertentu. Jadi, Anda bisa saja memakai topik-topik ini dan menyesuaikannya dengan tema blog yang dimiliki.

Berikut adalah 50+ ide konten blog menarik yang bisa Anda pakai untuk mendulang trafik blog.

1. Review produk

Setidaknya ada 31-42% pengguna internet mencari review produk melalui internet. Ini artinya, review produk akan tetap menjadi konten yang dicari.

Topik ini juga cenderung mudah untuk dibuat. Anda tak perlu menjadi seseorang dengan pengikut banyak untuk menulis review yang meyakinkan. Anda hanya perlu ketelitian, kreativitas, dan kejujuran untuk membuat konten yang menarik.

Selain mengundang pengunjung, topik yang satu ini juga memungkinkan Anda mendulang rupiah ke kantong. Ada banyak brand yang bersedia bekerja sama dengan blogger supaya produknya bisa direview.

2. Tutorial

Tutorial adalah salah satu topik yang banyak dibutuhkan orang. Itu mengapa tutorial adalah sebuah ide tulisan yang menarik.

Dibandingkan dengan topik lain, tutorial bisa dikatakan low maintenance. Anda tidak perlu sering-sering mengupdate konten tersebut selama tidak ada perubahan cara atau sistem.

Namun sayangnya, ada semacam peraturan tidak tertulis tentang siapa yang berhak membuat konten semacam ini. Tutorial biasanya ditulis oleh mereka yang dianggap ahli di bidangnya.


Maka dari itu banyak perusahaan yang mendedikasikan halaman website mereka dengan blog berisi tutorial. Seperti halnya Niagahoster yang menampilkan berbagai tutorial mengenai pengaturan dan optimasi website. Di blog Niagahoster, Anda bisa menemukan cara menaikkan trafik, cara membuat website supaya mobile-friendly, dan tutorial lainnya.

3. Perbandingan produk

Ide konten blog yang satu ini sekilas mirip dengan review produk. Hanya saja Anda perlu mereview dua atau bahkan tiga produk dengan spesifikasi yang tidak jauh berbeda. Topik semacam ini akan membantu pembaca menemukan produk yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

4. Cerita perjalanan

Setidaknya 95% pengguna internet mencari informasi tentang tujuan wisata sebelum berlibur. Ini artinya, cerita perjalanan bisa menjadi tema konten yang mendatangkan banyak pengunjung.

Tambahkan informasi penting seperti rekomendasi akomodasi dan transprortasi untuk memudahkan pengunjung. Tambahan foto-foto atau video singkat akan membuat konten Anda jauh lebih menarik.

5. Checklist

Checklist disusun supaya seseorang tak melupakan kegiatan atau barang tertentu. Anda bisa mengadaptasi checklist untuk keperluan konten Anda.

Contohnya, untuk niche parenting buatlah checklist hal yang harus dipersiapkan ketika mengajak si kecil ke bioskop. Untuk niche teknologi, Anda bisa buat checklist hal yang diperlu dilakukan sebelum membeli gadget terbaru.

Selain konten yang sifatnya persiapan, Anda juga bisa membuat konten yang sifatnya tantangan. Misalnya, checklist yang harus dilakukan dalam satu sesi olahraga atau checklist buku yang harus dibaca dalam waktu setahun.

6. Do It Yourself (DIY)

Bagi sebagian orang, membuat barang sendiri jauh lebih menyenangkan dibandingkan harus membeli. Selain menghemat uang, tentu ada rasa puas dan bangga karena barang yang dibuat tak akan ada yang menyamai. Apalagi kalau barang yang dibuat sangat dibutuhkan dan kebetulan sedang ngetren.

Beberapa konten DIY yang sempat hits antara lain cara membuat slime, alas bedak, dan masker bibir.

7. Profil

Konten inspiratif biasanya mendatangkan banyak trafik. Salah satu bentuknya adalah profil.

Anda bisa saja menulis profil seseorang yang sukses dan berpengaruh. Paparkan fakta-fakta menarik yang tak banyak orang ketahui. Dengan begitu Anda tak mengulang-ngulang pernyataan yang sama di website lain.

8. Wawancara

Wawancara adalah cara lain untuk membuat konten berkualitas.

Anda bisa saja mewawancarai tokoh terkenal untuk mendapatkan banyak klik. Tapi, Anda bisa juga menuliskan hasil wawancara dengan orang-orang terdekat.

Buat pertanyaan-pertanyaan menarik yang relevan dengan pembaca Anda. Cara lain adalah menanyakan pendapat orang-orang mengenai tren terkini.

9. Rekomendasi buku

Jika buku adalah jendela dunia, maka rekomendasi buku adalah cara mengenalkan dunia Anda ke orang lain. Mungkin karena itulah konten-konten semacam ini tak pernah surut peminat.

Alih-alih merekomendasikan buku secara acak, cobalah untuk merekomendasikan buku yang masih sesuai dengan tema blog Anda. Secara tidak langsung Anda akan terlihat lebih ahli di bidang yang Anda digeluti.

10. Pengantar atau 101

Jika Anda memiliki niche blog yang cukup spesifik atau rumit, coba dedikasikan beberapa konten pengantar atau 101.

Konten semacam ini akan mempermudah pengunjung baru untuk memahami topik yang Anda tulis. Dengan menyediakan konten semacam ini, ada kemungkinan besar bagi Anda untuk mendapatkan pengunjung-pengunjung baru.

Anda bisa mencontoh blog Trash for Tossers milik Lauren Singer. Ia membuat bagian pengantar khusus bernama Easy Changes yang berisi alternatif gaya hidup yang ramah lingkungan. Bagian ini tentu saja bermanfaat bagi pengunjung yang bingung dari mana harus menerapkan gaya hidup tersebut.

11. Kumpulan pertanyaan (FAQs)

Seberapa sering Anda mendapatkan pertanyaan tentang diri Anda dan blog? Daripada harus mengulang jawaban yang sama, lebih baik Anda membuat satu halaman khusus untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Format konten semacam ini umum dipakai di website perusahaan. Tapi bukan berarti Anda tidak bisa mengadopsinya. Anda bisa mendedikasikan FAQ tentang bagaimana brand bisa bekerja sama dengan Anda. Jangan salah, konten semacam ini bisa membawa pengunjung bolak-balik ke website Anda.

Kalau contoh di atas terasa terlalu formal, Anda bisa juga memodifikasinya. Contohnya, daftar pertanyaan yang sering dilontarkan saat wawancara kerja. Atau, pertanyaan yang sering ditanyakan kepada vegetarian. Intinya, pertanyaan apapun yang sering dilontarkan ada Anda.

12. Cara cepat (life hack)

Manusia menyukai solusi praktis untuk segala masalah. Itu mengapa topik seperti ini takkan surut didatangi pengunjung.

Untuk menulis topik ini, coba perhatikan masalah-masalah yang mungkin dihadapi pengunjung Anda. Semisal, cara menyelamatkan ponsel yang kehujanan, mengatasi baju yang terkena noda, memutihkan gigi, dsb.

13. Komentar berita / topik terkini

Topik yang sedang hangat dibicarakan bisa Anda angkat menjadi sebuah konten. Fokus perhatian khalayak tentang topik yang dibicarakan akan mengundang pengunjung untuk menambah informasi.

Karena topik-topik semacam ini cepat sekali menjadi basi, pastikan untuk mempublikasikan konten Anda sesegera  mungkin. Anda tak mau konten yang dibuat ketinggalan jaman, kan?

14 .Rekomendasi film

Seperti halnya buku, film adalah pilihan hiburan bagi sebagian orang. Jadi, tak ada salahnya membuat rekomendasi film untuk ditonton.

Meskipun terlihat mudah, Anda perlu sedikit lebih kreatif untuk menyusun rekomendasi ini. Daripada menggunakan kategori konvensional seperti horor, drama, komedi dan sebagainya, cobalah buat rekomendasi yang unik. Misalnya, daftar film untuk ditonton setelah patah hati atau film untuk ditonton sepulang kerja.

Semakin unik kategori yang Anda buat, semakin besar penasaran pengunjung untuk membaca rekomendasi yang Anda buat.

15. Guest blogging

Guest blogging memperbolehkan Anda mempublikasikan konten di blog milik orang lain. Cara ini umum dipakai untuk menarik pengunjung dari blog lain.

Sebelum melakukan guest blogging, baiknya Anda mencari sesama blogger yang memiliki niche yang sesuai. Karena jika niche terlalu berbeda, tujuan awal untuk menarik pembaca baru juga takkan tercapai.

16. Giveaway

Giveaway adalah salah satu strategi marketing yang kini kerap dipakai. Strategi ini mengharuskan pengunjung berkompetisi untuk mendapatkan hadiah yang dijanjikan. Sering kali giveaway dipakai brand untuk meningkatkan jumlah pengikut dan engagement konten. Cara ini bisa Anda terapkan untuk menambah jumlah trafik dan pengikut di media sosial.

17. Cerita personal

Topik satu ini banyak dihindari oleh blogger-blogger profesional. Alasannya tak lain karena topik ini merusak citra profesional itu sendiri.

Namun jika Anda merasa perlu menunjukkan sisi lain yang manusiawi, cerita personal bisa menjadi bentuk konten yang tepat. Cara ini dipakai untuk meyakinkan pembaca bahwa Anda adalah bagian dari pembaca. Dengan begitu, pembaca merasa lebih dekat dengan Anda. Mereka pun tidak menyangsikan apa yang Anda tulis.

Akan tetapi, untuk konten yang satu ini, Anda perlu banyak berlatih agar konten tidak terlihat seperti curhatan. Sertakan hal-hal yang bisa dipelajari dari cerita Anda daripada sekedar mengeluh.

18. Tips
Konten berupa tips sudah pasti banyak dicari. Hanya saja, Anda tetap perlu melakukan riset dan menyertakan informasi yang tak banyak dibahas. Hal ini untuk menghindari konten Anda sekedar dibaca sekilas oleh pengunjung.

19. Kesulitan dalam menjalankan sesuatu

Jika tips adalah rekomendasi hal yang perlu dilakukan, maka ini adalah kebalikannya.

Menulis kesulitan dalam menjalankan sesuatu bisa memberikan cara pandang lain pada pembaca. Konten semacam ini bisa terasa relatable dan kemungkinan besar akan dibagikan oleh pembaca yang merasa setuju dengan pemikiran Anda.

Konten yang juga bentuk lain dari tips ini, akan membantu pmebaca bersiap menghadapi kesulitan ketika igin mempelajari sesuatu.

20. Ulasan acara

Tak semua acara diberitakan di media massa. Jika pun iya, tak semua berita bisa menyajikan cerita yang lengkap.

Di sinilah kesempatan Anda untuk mengulas acara dengan lebih lengkap. Anda bisa memilah informasi mana saja yang berguna dan menarik bagi segmen pembaca Anda.

Gaya bahasa dan bercerita yang khas tentunya akan menjadi poin plus. Dibandingkan dengan gaya laporan berita yang kaku, ulasan acara bisa dibuat lebih menarik. Apalagi kalau Anda menyertakan foto-foto dan poin-poin penting dari acara tersebut.

21. Daftar istilah

Jika tema blogmu cukup spesifik dan teknis, tak ada salahnya untuk membuat konten berisi daftar istilah. Bayangkan ini seperti kamus atau indeks yang membantu pengunjung memahami suatu istilah. Letakkan konten ini bersama dengan FAQs untuk membuatnya lebih sesuai.

22. Unduh gratis

Buatlah konten yang bisa diunduh pengunjung secara gratis. Letakkan watermark nama Anda di materi tersebut. Cara ini bisa membuat blog Anda tersebar.

Cara lain adalah dengan mengaktifkan fitur download sekaligus berlangganan melalui email. Dengan ijin pengunjung, Anda bisa mengirimkan konten-konten terbaru. Sehingga mereka kemungkinan besar akan menjadi pembaca setia Anda.

Konten unduh gratis pun bisa beragam bentuknya  Dari checklist, e-book gratis, hingga wallpaper ponsel, dan template konten media sosial.

23. Rekomendasi blogger

Merekomendasikan blogger lain pada pembaca bukan berarti mengusir pembaca dari blog Anda. Jika Anda berada di komunitas blogger yang cukup solid, justru itu bisa menjadi perekat hubungan Anda dengan sesama blogger. Karena Anda memberikan backlink bagi blog yang direkomendasikan. Belum lagi jika kemudian Anda diajak untuk berkolaborasi bersama.

24. Hal-hal yang harus dihindari

Sekali lagi, ini adalah bentuk lain dari tips. Format ini menciptakan kesan penting sehingga pengunjung akan menjadi lebih awas terhadap hal yang Anda katakan.

Format konten semacam ini cocok untuk diterapkan pada tema blog yang spesifik. Semisal untuk blog seputar fitness, Anda bisa membuat “Hal-Hal yang Harus Dihindari Ketika Berolahraga di Saat Bulan Puasa.”

Karena sifatnya spesifik, pastikan Anda menggabungkan penjelasan umum dengan pengalaman Anda. Dengan begitu, Anda bisa menciptakan konten yang sifatnya orisinil.

25. Forum edukasi dan sumber inspirasi

Internet memang gudangnya segala ilmu dan informasi. Tapi harus diakui, akan lebih mudah jika kita bisa mendapatkan konten pendidikan dan inspirasi lainnya dalam satu tempat. Hal inilah yang bisa Anda manfaatkan untuk menyusun rekomendasi forum dan sumber inspirasi.

Jika Anda cukup jeli, Anda bisa mendapatkan komisi dari platform yang Anda rekomendasikan.

26. Eksperimen

Eksperimen adalah format konten yang praktis mendulang banyak pengunjung. Rasa penasaran yang besar menahan pengunjung berlama-lama di blog Anda.

Jangan bayangkan eksperimen melulu di laboratorium. Format konten ini bisa Anda adaptasi dalam berbagai bentuk sesuai dengan tema blog. Cobalah buat eksperimen dengan tujuan menjawab sebuah pertanyaan yang spesifik.

27. Konten video

Menambah konten video ke dalam blog bukanlah ide yang buruk. Menurut Hubspot, konten video bisa menarik perhatian pengunjung dan membuat mereka lebih lama berada di blog Anda. Dalam sebuah eksperimen konten video disebut 55% lebih diperhatikan dibandingkan dengan konten artikel yang hanya 29%.


Tak hanya itu aja, konten video disebut bisa meningkatkan backlink blog. Tentu saja ini sangat berguna untuk reputasi blog serta meningkatkan peringkat blog di mesin pencarian.

Jika Anda punya waktu luang, kemampuan, dan peralatan yang mumpuni, menambahkan video ke dalam blog adalah hal yang perlu dijajal. Meski sedikit rumit, output yang didapatkan pasti setimpal.

28. Rekomendasi hadiah

Di Indonesia, budaya memberi hadiah mungkin tidak sebesar di luar negeri. Meski begitu, bukan berarti Anda tak bisa memanfaatkan hype-nya.

Buatlah rekomendasi hadiah menjelang akhir tahun, sekitar bulan November atau Desember. Pada rentang waktu ini, biasanya banyak orang yang mencari rekomendasi hadiah untuk perayaan Natal.

Pun, Anda bisa membuat beberapa versi konten yang sesuai dengan momen tertentu. Misalnya, rekomendasi hadiah ulang tahun, hadiah valentine, hadiah tahun ajaran baru, hadiah pernikahan, dsb. Akan lebih baik jika rekomendasi itu dibuat sesuai dengan tema blog Anda.

29. Resep

Resep makanan merupakan ide konten yang menarik bagi generasi millennial (usia 25-34 tahun) menyukai pengalaman memasak. Sebuah survei menyatakan 59% milenial memasak dengan membawa ponsel pintar atau tablet ke dapur. Dari internetlah mereka menemukan resep dan bermaksud mencoba memasaknya.

Adalah ide yang bagus kalau Anda mulai menambahkan konten resep ke blog. Untuk membuat resep khusus audiens millennial, cobalah buat resep dengan bahan yang mudah didapat dan gampang dimasak.

30. Rekomendasi akun media sosial inspiratif

You’re what you follow. Apa yang kamu ikuti menunjukkan siapa dirimu.

Menulis akun media sosial inspiratif bisa jadi strategi sambil menyelam minum air. Di satu sisi, Anda dapat meneguhkan persona Anda. Mengikuti akun media sosial dengan tema serupa akan menunjukkan seberapa besar Anda memiliki perhatian di tema tersebut. Poin plus lagi, jika Anda memiliki hubungan dekat dengan pemilik akun yang direkomendasi. Hal itu akan menunjukkan seberapa besar Anda menjadi bagian dari komunitas yang sama.

Di sisi lain, Anda ikut membantu pengunjung mencari akun media sosial inspiratif. Kembali ke kalimat pembuka bagian ini, anggap saja Anda membantu meredefinisi ulang identitas pengunjung Anda.

31. Mitos vs. Fakta

Mitos vs. Fakta merupakan bentuk konten yang tepat, jika Anda bermaksud meluruskan suatu topik. Konten sejenis ini akan mengusik rasa penasaran pembaca dan mengajak mereka memeriksa kembali apa yang selama ini mereka tahu.

32. Komunitas dan forum

Informasi mengenai komunitas dan forum online cukup banyak dicari. Komunitas online membantu Anda dan pembaca berjejaring dan mengembangkan blog yang menarik. Dari sanalah blogger mendapatkan pembaca setia. Begitu juga dengan informasi terbaru dan hal penting lainnya.

33. Pengalaman pertama melakukan sesuatu

Kebanyakan orang tak menyukai rasa tidak familiar. Itulah mengapa kebanyakan tak menjajal hal baru. Dengan tipikal konten semacam ini, Anda sebetulnya sedang membantu pembaca memberanikan diri mencoba pengalaman baru.

34. Ulasan jasa atau layanan

Ada kalanya kita perlu memakai jasa layanan. Entah itu swasta atau urusan di kantor pemerintahan. Mulai dari perbaikan ponsel yang rusak sampai mengurus perpanjangan Surat Ijin Mengemudi.

Karena hal-hal semacam ini tak terhindarkan, ada baiknya supaya Anda membuat ulasan tentang jasa layanan tersebut.

35. Prediksi

Banyak hal tak bisa diduga di dunia. Tapi itu tak menghalangi kita untuk mengira-ngira apa yang terjadi selanjutnya. Prediksi adalah bentuk konten yang pas untuk itu semua.

Namun, konten berisi prediksi tak melulu berbau klenik. Anda bisa buat prediksi untuk hal-hal populer yang ada di sekitar,seperti prediksi trend fashion, prediksi pertandingan olahraga, dsb.

36. Tantangan

Tantangan atau challange mulai menjadi konten yang dinikmati.

Kalau Anda perhatikan, ada saja tantangan baru yang muncul dan viral setiap bulannya. Mungkin Anda masih ingat Ice Bucket Challenge, Mannequin Challenge, atau Kiki Challenge. Ketiganya adalah tantangan yang cukup viral di internet.

Jika ada punya pengikut yang banyak dan cukup setia, tak ada salahnya meramaikan jagad internet dengan membuat tantangan.

37. Rekomendasi app sesuai niche

Aplikasi di ponsel pintar membuat segala hal menjadi mudah. Tapi, akan jauh lebih mudah jika Anda bisa merekomendasikan aplikasi yang berguna untuk pembaca. Dengan begini, tak ada lagi cerita membuang waktu untuk sekedar menjajal aplikasi di ponsel.

38. Kuis

Jika Anda menggunakan Facebook di tahun 2007-2009, Anda pasti familiar dengan kuis-kuis yang ada di dalamnya. Kuis tersebut tak ada sama sekali hubungannya dengan hadiah atau peringkat. Sebaliknya, kuis yang sebagian besar berformat kuis kepribadian tersebut dibuat dengan iseng saja.

Meski begitu, sekali-sekali Anda bisa juga menerapkannya di blog. Buatlah kuis-kuis kepribadian yang unik. Cara ini juga bisa dipakai untuk melihat tipikal pengunjung blog Anda.

39. Tips produktivitas

Tips untuk bekerja produktif dan efisien adalah sesuatu yang dibutuhkan pembaca Anda. Karena dengan begitu, mereka bisa melanjutkan dengan kegiatan lainnya.

Jika Anda memang tipikal blogger yang produktif, ide konten ini cocok untuk Anda tulis. Anda bisa menggabungkan berbagai hal untuk menulis konten ini. Mulai dari statistik, hasil eksperimen, rekomendasi aplikasi, dan pengalaman Anda sendiri.

40. Daftar kutipan

Jika Anda perhatikan, banyak sekali orang yang memakai kutipan tokoh terkenal untuk caption Instagram. Maka membuat daftar kutipan di blog bisa menjadi ide konten blog yang tak terlalu buruk.

Coba buat kategori atau kata kunci untuk setiap daftar kutipan yang Anda tampilkan. Dengan begitu, pengunjung akan lebih mudah mencari kutipan yang sesuai dengan fotonya

41. Kesalahan masa lalu

Kita belajar dari kesalahan masa lalu. Tapi alangkah lebih mudah jika kita bisa belajar dari kesalahan orang lain. Dengan begitu kita tak mengulangi kesalahan yang sama.

Ide konten ini cocok untuk Anda yang cukup memiliki pengalaman di bidang Anda. Bisa dipastikan pengunjung blog akan berterima kasih karena Anda telah menulis konten ini.

42. Surat terbuka

Surat terbuka merupakan ide konten yang menarik. Anda bisa menunjukkan sisi personal Anda dalam mengomentari suatu permasalahan.

Dengan format semacam ini, Anda bisa menjaga nada tulisan Anda tetap hangat. Meski sebetulnya Anda sedang mengkritik atau meminta perhatian seseorang.

43. Kaleidoskop atau rangkuman peristiwa dalam setahun

Kaleidoskop atau rangkuman peristiwa umumnya muncul di akhir tahun. Jika Anda perhatikan, di saat-saat itu pula, konten semacam ini cukup viral.

Anda bisa menduplikasi format serupa untuk blog Anda. Tak perlu terpaku dengan isi konten yang membahas kehidupan artis atau fenomena nasional. Anda bisa saja membuat kaleidoskop tentang pencapaian selama setahun atau hal-hal menarik di komunitas Anda.

44. Podcast

Podcast mulai menjamur di Indonesia. Tak ada salahnya jika Anda ingin melebarkan sayap ke format konten ini.

Beberapa plugin podcast di WordPress secara otomatis memasukkan podcast ke dalam aplikasi seperti iTunes, Spotify, Google Play Music, dan direktori berbasis RSS lainnya. Sebuah cara yang patut dipertimbangkan untuk mengenalkan blog Anda ke audiens yang lebih luas.

45. Kesalahpahaman tentang niche

Tren yang diadopsi dari luar negeri biasanya sering menimbulkan kesalahpahaman. Misal, soal olahraga yoga, diet keto, atau gaya hidup alternatif.

Meluruskan kesalahpahaman tentang niche-mu mungkin akan lebih efektif. Apalagi jika dibandingkan dengan harus menjelaskan segala sesuatunya dari awal. Karena belum tentu juga pembaca tertarik mengetahui lebih dalam topik yang Anda tulis.

Anda bisa menuliskan kesalahpahaman yang sering muncul dalam satu kalimat. Lalu, membantah pernyataan itu dengan penjelasan. Cara ini membuat tulisan Anda lebih terstruktur dan mudah diingat.

46. Artikel serial

Artikel bersambung membantu Anda membuat konten dalam jangka panjang.

Format konten semacam ini memang mengharuskan Anda merencanakan konten apa saja yang ingin ditulis. Sekilas, terdengar agak rumit memang. Akan tetapi, ini justru membuat konten yang Anda tulis lebih terstruktur. Pembaca juga akan dimudahkan dengan topik yang fokus dan data yang kaya.

Secara teknis, format konten ini membantu Anda membangun hubungan antara konten dalam blog. Pengunjung kemungkinan besar akan kembali ke blog Anda untuk membaca artikel selanjutnya. Contoh konten artikel serial yang cukup menarik adalah serial The Book of Life dari School of Life.

47. Konten premium

Membuka donasi mulai umum dilakukan oleh pembuat konten dan blogger melalui Patreon. Cara ini dipakai supaya pembuat konten dapat terus berkarya.

Kalau Anda salah satunya, ada baiknya mendedikasikan konten premium untuk pengikut setia Anda. Hanya pengunjung yang berdonasi saja yang bisa membuka konten yang Anda buat. Bentuk kontennya pun bebas. Anda bisa membuat artikel, podcast, memberikan e-book, Facebook grup eksklusif, bahkan membuat satu sesi diskusi online.

48. Balik layar

Kalau Anda sulit membagikan cerita personal, behind the scene atau balik layar merupakan cara lain menunjukkan kepribadian Anda. Cara ini jauh lebih mudah dan estetis dibandingkan cara yang disebut sebelumnya.

Anda bisa memotret meja kerja, proses riset dan menulis, segelas kopi di meja, atau apa saja. Anda juga bisa bercerita soal kebiasaan membuat konten serta kesulitannya.

49. Ilustrasi dan grafis

Konten tak melulu soal tulisan. Jika Anda memang menyukai dunia desain dan ilustrasi, jadikan saja itu konten Anda.

Sejauh ini ada dua kategori ilustrasi yang umum ditampilkan. Pertama, ilustrasi yang sifatnya dekoratif dan mudah untuk dibagikan. Konten semacam ini biasanya berupa wallpaper atau tipografi. Jenis konten ini juga mudah untuk diunduh dan digunakan secara mandiri Jika Anda memang ingin membuat ilustrasi semacam ini, pastikan Anda membuatnya dalam resolusi yang sesuai dengan layar ponsel dan laptop.

Kedua, merupakan ilustrasi yang hanya ‘sekedar’ dinikmati. Bentuk konten ini banyak dibagikan dan dikomentari karena sifatnya yang kurang fleksibel. Akan tetapi, bukan berarti konten ini tidak bagus. Anda bisa melihat Instagram Oliver Latta untuk mengetahui lebih lanjut konten yang dimaksud.

50. Hal-hal yang bisa dipelajari dari sesuatu

Jika Anda menganggap review buku atau film sedikit membosankan, format konten yang satu ini patut dicoba.

Alih-alih menceritakan semua detil dalam tulisan, format ini menggarisbawahi hal-hal penting untuk pembaca. Menuliskan hal-hal yang dipelajari memberikan kebebasan untuk Anda bercerita momen-momen penting di buku atau film. Dengan kata lain, Anda tak banyak-banyak memberikan spoiler pada pembaca jika mereka belum membaca buku atau menonton filmnya.

51. Inspirasi kegiatan liburan

Tak semua orang senang berlibur ke luar daerah. Meski begitu, mereka tetap membutuhkan ide untuk menghabiskan waktu liburan mereka.

Dari sini Anda bisa menyusun ide kegiatan selama liburan. Lagi-lagi, sesuaikan ide Anda dengan tema yang digeluti. Ini akan memudahkan bagi pengikut Anda, selain juga menjaga ekspektasi mereka tentang ide liburan Anda.

Anda juga bisa menyusun rencana liburan dalam bentuk challenge atau tantangan. Cara ini terasa lebih menantang dan meningkatkan engagement pengunjung terhadap konten Anda.

52. Ucapan terima kasih

Penulis takkan berarti tanpa pembacanya. Jadi, jangan lupa ucapkan terima kasih untuk pembaca setia Anda.

Dedikasikan satu konten ucapan terima kasih setiap Anda mencapai target pengikut. Kalau memungkinkan, bagikan resources yang berguna bagi pengikut Anda. Di antaranya kupon promo, e-book gratis, checklist, ataupun fitur coba gratis dari jasa layanan tertentu.

Tak hanya menyenangkan bagi pembaca, cara ini akan menambah pengunjung blog Anda. Lagi-lagi, sebuah strategi sambil menyelam minum air.
Ketika menjalankan kampanye marketing online dibutuhkan sebuah parameter yang jelas untuk mengukur keberhasilan kampanye tersebut. Anda tidak bisa menentukan sebuah kampanye marketing online berhasil atau tidak hanya berdasarkan intuisi atau pendapat pribadi. Salah satu parameter yang dapat digunakan untuk menghitung keberhasilan kampanye marketing online Anda adalah conversion rate.

Sebelum membahas conversion rate, ada baiknya untuk memahami definisi conversion terlebih dahulu. Conversion adalah situasi di mana pengunjung website melakukan tindakan yang menguntungkan bisnis. Tindakan tersebut bisa bermacam-macam, dari menjadi subscriber, mendaftar sebagai anggota, mengunduh ebook, sampai membeli produk.

Apa Itu Conversion Rate?

Setelah paham apa itu conversion kini saatnya untuk memahami istilah conversion rate. Conversion rate adalah persentase pengunjung website yang melakukan tindakan yang menguntungkan pemilik bisnis dari total pengunjung website.

Anda bisa menghitung conversion rate dengan membagi jumlah conversion yang terjadi di satu halaman website terhadap total pengunjung halaman website tersebut. Kemudian hasil pembagian tersebut dikalikan 100.

Misalnya, Anda mengelola sebuah toko online barang elektronik dan di halaman produk “Laptop” terjadi pembelian sebanyak 20 kali. Sedangkan jumlah total pengunjung halaman produk tersebut adalah 1000 pengunjung. Anda bisa menghitungnya dengan membagi 20 terhadap 1000 lalu kalikan 100. Hasilnya adalah 2 persen. Artinya conversion rate untuk halaman tersebut adalah 2 persen.

Mengapa Conversion Rate Penting?

Mungkin ada yang bertanya-tanya mengapa perlu susah-susah menghitung conversion rate. Apakah trafik dan jumlah share di media sosial belum cukup untuk mengukur keberhasilan kampanye marketing online?

Sayangnya jawabannya adalah tidak cukup. Trafik dan jumlah share di media sosial tidak cukup untuk dijadikan parameter keberhasilan kampanye marketing online Anda.

Misalnya, Toko A mendapatkan trafik super tinggi 100.000 pengunjung per bulan dan hanya ada 5 orang yang membeli produk di Toko A. Di sisi lain, Toko B hanya mendapatkan trafik 10.000 pengunjung per bulan, tapi jumlah pembelinya mencapai 500 orang per bulan.


Mana yang lebih menguntungkan? Tentu situasi Toko B lebih menguntungkan dibanding Toko A karena jumlah pembelinya lebih banyak dibanding Toko A.

Lalu, apakah Anda tidak perlu ambisius mengejar trafik lagi? Bukan begitu. Anda tetap harus mengejar trafik yang tinggi, tapi di saat yang sama Anda juga harus menyiapkan strategi bagaimana mengubah trafik tinggi tersebut menjadi leads atau pelanggan Anda.

Berapa Angka Conversion Rate yang Ideal?
Pertanyaan selanjutnya adalah pada angka berapa conversion rate dapat dikatakan sebagai pencapaian baik? Di angka berapa Anda harus menargetkan conversion rate di bisnis online yang Anda kelola?

Berdasarkan riset WordStream, rata-rata conversion rate di semua jenis industri adalah 2,35 persen. Sebanyak 25 persen pelaku bisnis online bisa mencapai conversion rate di angka 5,31 persen. Bahkan 10 persen lainnya bisa memperoleh angka conversion rate yang mengagumkan, yaitu 11,45 persen.

Angka berapa yang harus Anda targetkan? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Anda perlu melakukan perhitungan terlebih dahulu terhadap pencapaian conversion rate Anda sebelumnya.

Apabila conversion rate Anda sebelumnya baru mencapai 0,3 persen atau 0,5 persen, target 2,35 persen adalah angka yang masuk akal. Namun, jika ternyata conversion rate Anda sebelumnya sudah mencapai sekitar 2 persen, Anda bisa menargetkan angka yang lebih tinggi lagi.

7 Cara Meningkatkan Conversion Rate (Conversion Rate Optimization)

Untuk mencapai target conversion rate yang sudah Anda tetapkan, tentu ada banyak langkah yang harus Anda lakukan untuk mencapai target tersebut. Langkah-langkah untuk meningkatkan conversion rate disebut sebagai Conversion Rate Optimization (CRO).

1. Buat CTA Berbentuk Teks di Blog

Anda bisa membuat Call-To-Action (CTA) dalam berbagai bentuk, teks, gambar, atau tombol. CTA berbentuk teks di artikel blog memang terlihat sederhana, tetapi menghasilkan conversion rate yang cukup tinggi.

Menurut uji coba HubSpot, 93 persen leads-nya berasal dari CTA dalam bentuk teks. Sedangkan CTA dalam bentuk banner di akhir artikel blog hanya menyumbang 6 persen leads. Meskipun terlihat sederhana, CTA dalam bentuk teks ternyata sudah terbukti efektivitasnya.

Anda juga bisa dengan mudah membuat CTA dalam artikel blog Anda. Masukkan CTA mengikuti alur artikel yang Anda tulis. Contohnya, di artikel Cara Membuat Website, kami meletakkan CTA dalam bentuk teks seperti di bawah ini:

2. Manfaatkan Pop Up


Taktik lainnya yang bisa Anda gunakan untuk meningkatkan conversion rate adalah menggunakan pop up. Anda bisa mengatur untuk menampilkan pop up di halaman website yang potensial menghasilkan tingkat conversion tinggi.

Gunakan plugin seperti OptinMonster untuk membuat pop up yang menarik. Anda bisa memilih berbagai jenis pop up untuk halaman website yang berbeda. Sebaiknya lakukan uji coba menggunakan dua jenis pop up di satu halaman untuk melihat pop up mana yang lebih menghasilkan conversion.

3. Lakukan Uji Coba Landing Page

Jika di langkah sebelumnya Anda melakukan uji coba untuk pop up, di langkah ini yang Anda lakukan adalah uji coba untuk landing page. Landing page merupakan salah satu elemen krusial yang menentukan tinggi tidaknya conversion rate yang akan Anda dapatkan.

Landing page adalah halaman website yang sengaja didesain untuk meningkatkan conversion rate bagi bisnis. Link di landing page lebih sedikit dibanding homepage yang didesain agar pengunjung membuat keputusan pembelian, sign up, atau subscribe newsletter.


Dalam membuat landing page, Anda perlu membuat dua versi dan menguji keduanya. Kemudian lihat versi mana yang lebih menghasilkan conversion. Belum berpengalaman membuat landing page? Tidak perlu khawatir. Anda bisa mengikuti panduannya di artikel cara membuat landing page.

4. Permudah Pengunjung untuk Menghubungi Customer Service

Meskipun semua informasi, dari harga, spesifikasi, sampai syarat dan ketentuan sudah ada di halaman website, terkadang pengunjung website masih perlu bertanya kepada customer service sebelum melakukan pembelian.

Mereka ingin diyakinkan bahwa keputusan pembelian yang mereka lakukan adalah keputusan terbaik. Di sini lah customer service atau tim sales bekerja. Anda harus memudahkan pengunjung website untuk menghubungi customer service Anda.

Anda bisa menerapkannya dengan menampilkan ikon chat bantuan di semua halaman website Anda. Sebagai contoh, di Niagahoster, Anda dapat dengan mudah menemukan chat bantuan di pojok kanan bawah setiap halaman website. Selain itu, di bagian header dan footer halaman website juga tersedia nomor telepon dan ikon chat yang memudahkan pengunjung website untuk menghubungi customer service.

5. Promosi Melalui Chat Bantuan

Ketika sedang menjalankan promosi di website, Anda juga bisa menawarkan promosi tersebut melalui chat bantuan. Bisa jadi pengunjung website tidak menyadari kalau website Anda sedang menjalankan promosi yang menggiurkan. Manfaatkan chat bantuan untuk menyadarkan dan mengingatkan mereka agar tidak ketinggalan promosi menarik di website Anda.

Berikut adalah contoh promosi melalui chat bantuan di blog HubSpot:

6. Optimasi Artikel Blog Potensial


Jika Anda sudah menerapkan strategi content marketing di blog lebih dari satu tahun, kemungkinan besar ada beberapa artikel yang lebih berpotensi menghasilkan conversion dibanding artikel blog lainnya.

Anda tidak perlu menampilkan pop up di semua artikel blog, cukup di artikel-artikel yang berpotensi menghasilkan conversion. Bagaimana menentukan artikel yang akan digunakan untuk meningkatkan conversion rate?

Lakukan pemilahan artikel. Identifikasi artikel yang mendatangkan trafik tinggi, tapi performa conversion rate-nya belum memuaskan. Bisa jadi artikel-artikel yang Anda tulis setahun lalu mendatangkan trafik tinggi, tapi belum menghasilkan conversion. Anda bisa mengecek performa per artikel blog Anda melalui Google Analytics.

Selain mengoptimasi artikel blog yang mendatangkan trafik tinggi, tapi belum menghasilkan conversion, Anda juga perlu mengoptimasi artikel-artikel yang sudah menghasilkan conversion tinggi. Pastikan untuk update konten di artikel-artikel yang sudah menghasilkan conversion tinggi agar selalu relevan untuk pengunjung.

7. Lakukan Remarketing


Sebesar apa pun usaha yang Anda kerahkan untuk meningkatkan conversion rate, realitanya adalah lebih banyak pengunjung yang meninggalkan website tanpa melakukan tindakan apa pun yang Anda inginkan.

Apalagi mengingat rata-rata ideal conversion rate hanya berkisar di angka 2 persen. Artinya dari 100 pengunjung yang datang, kemungkinan hanya dua orang yang melakukan conversion. Namun, bukan berarti Anda harus menyerah pada keadaan.

Selain enam langkah optimasi di atas, masih ada satu cara lagi yang layak Anda coba untuk meningkatkan conversion rate. Cara tersebut adalah remarketing. Remarketing memungkinkan Anda untuk menampilkan iklan langsung kepada orang-orang yang telah mengunjungi website Anda.

Ketika pengunjung meninggalkan website Anda, baik membeli produk Anda atau tidak, mereka akan mulai melihat iklan-iklan bisnis Anda di website, media sosial, atau aplikasi yang mereka buka setelahnya. Tujuan utama dari remarketing adalah untuk mempertahankan buying intent atau keinginan membeli dari para calon pelanggan potensial maupun yang sudah menjadi pelanggan.

Remarketing akan secara otomatis dijalankan ketika Anda memasang iklan di Google Ads, Facebook Ads, atau Instagram Ads.

Kesimpulan

Conversion rate menjadi salah satu parameter terpenting dalam menentukan keberhasilan kampanye marketing online. Semakin banyak orang yang melakukan conversion, semakin meningkat pula revenue yang akan didapatkan. Oleh karena itu, pemilik bisnis harus mampu mendorong orang-orang yang mengunjungi websitenya untuk melakukan conversion.

Conversion rate yang tinggi pun tidak didapatkan dengan mudah. Anda harus melakukan berbagai langkah optimasi untuk memperoleh target conversion rate yang memuaskan. Meningkatkan conversion rate memang tidak mudah, tetapi bukan berarti mustahil. Dengan tujuh langkah optimasi di atas, saya harap Anda bisa meningkatkan conversion rate bisnis Anda secara konsisten. Selamat mencoba